26 February 2018

Macam-macam LED (light-emitting diode)

LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju (Wikipedia). Itulah penjelasan berdasarkan Wikipedia, susah dipahami ya.

Sederhananya adalah sebuah lampu yang mempunyai polaritas positif dan negatif yang bekerja pada arus searah (DC).

Dalam perkembangannya, LED sudah banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti monitor LED, lampu penerangan jalan/rumah/motor/mobil, bahkan sampai digunakan sebagai lampu hias.

Bahkan dimasa depan semua penerangan jalan dan rumah sudah menggunakan lampu LED dan kita tidak akan menggunakan lampu TL atau CFL lagi.

Kenapa Harus Menggunakan LED?

LED merupakan sebuah terobosan lampu hemat energi. Yang pasti lebih baik dan lebih hemat dari lampu penerangan yang biasa kamu gunakan saat ini. Selain itu, LED juga tahan lama.

Coba kamu bandingkan lampu LED 7 Watt dengan lampu CFL 7 Watt (lampu jari), mana yang lebih terang? Tulis dikomen ya!

Macam - Macam LED

Setelah kita tahu apa itu LED dan kelebihannya, kita akan masuk ke pembahasan macam-macam LED.

Kamu yang baru di dunia elektronika, kamu wajib tahu macam-macam LED. Karena hal ini adalah pengetahuan dasar.

1. LED DIP (Dual Inline Package)

LED DIP

LED DIP adalah jenis LED yang masih banyak digunakan sampai sekarang dan merupakan jenis paling jadul. Untuk ukuran ada yang 3MM, 5MM, 8MM, dan 10MM.

LED DIP sendiri masih dibagi menjadi 2 varian, yaitu Super Bright (kaca transparan) dan Diffused (kaca berwarna, merah, hijau, kuning, dll).

2. LED SMD (Surface Mount Device) / SMT (surface mounted technology)

LED SMD

Jenis ini adalah yang paling baru. Ukuran LED SMD ini jauh lebih kecil dan lebih tipis sehingga bisa menghemat ruang ketika disolder ke papan PCB (Printed circuit board).

Jika dibanding dengan DIP, LED SMD jauh lebih terang. Tapi kelemahannya mudah panas. Untuk ukuran ada banyak sekali, kamu bisa melihatnya disini. Tapi paling umum digunakan adalah ukuran SMD 2835 (2.8mm x 3.5mm), SMD 5050 (5.0mm x 5.0mm), SMD 5730 (5.7mm x 3.0mm).

Kesimpulan:

Perlu diketahui bahwa untuk masing-masing jenis dan warna LED DIP maupun SMD memiliki tegangan dan arus kerja yang berbeda. Jadi untuk penggunaannya kamu harus melihat datasheet untuk masing-masing jenis LED.

Di artikel selanjutnya saya akan memberikan materi bagaimana caranya menentukan nilai tahanan (nilai Resistor) untuk LED. Agar tidak ketinggalan update artikelnya silahkan kunjungi disini.

Terima kasih sudah berkomentar :)